MENYIKAPI HASIL TES CPNS 2010

Meskipun hasil tes CPNS tahun 2010 telah diumumkan secara serentak di seluruh kabupaten/kota di Jawa Barat pada hari Selasa tanggal 14 Desember 2010 yang lalu, namun dalam pandangan penulis tetap saja masih menarik dan hangat untuk diperbincangkan. Sebagian pihak ada yang memandang hasil tersebut dilakukan secara transparan dan terbebas dari unsur kecurangan. Namun ada juga beberapa pihak yang menganggap hasil tes CPNS tersebut penuh dengan kecurangan. Bagi yang menduga ada kecurangan, sebaiknya segera laporkan ke pihak penegak hukum agar dapat diselidiki dan dibuktikan kebenarannya. Kita berharap, jika ditemukan penyimpangan, maka segera diproses secara hukum, tidak lantas dibiarkan dan ‘dipetieskan’.

Khusus bagi peserta tes, baik yang lulus maupun yang tidak lulus, merespon pengumuman hasil tes CPNS dengan menampilkan beberapa sikap yang tepat sebagai berikut:

 

Sikap bagi Yang Lulus

Bagi peserta yang lulus, ada beberapa sikap yang perlu dilakukan, antara lain:

Pertama, segeralah bersyukur pada Allah SWT. Lulus tes CPNS merupakan nikmat yang besar dari Allah SWT. Mereka mampu mengalahkan saingan beribu-ribu orang. Walaupun tenaga, waktu, pikiran, uang, bahkan keringat dan air mata yang telah dikorbankan mulai dari persiapan mengumpulkan persyaratan sampai menerima kartu tes dirasa merupakan perjuangan yang sangat berat dan melelahkan, namun tetaplah harus yakin bahwa nasib kelulusan hakikatnya merupakan takdir Allah. Maka sangat pantas dan mulia jika para peserta tes secepatnya melakukan sujud syukur, membaca hamdalah, melafalkan do’a syukur nikmat, dengan dibarengi oleh melakukan perbuatan yang baik sebagai tanda mensyukurinya. Khusus bagi peserta tes yang sebelumnya mempunyai nazar (janji) yang bersifat kebaikan, maka segeralah ditepati dan dilaksanakan. Penulis yakin bahwa dengan cara bersyukur, Allah SWT akan menambahkan nikmat. Sebaliknya jika kufur nikmat, segala kerugian dalam hidup akan dialaminya. Allah SWT berfirman dalam Surat Ibrahim ayat 7: “dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Kedua, tetaplah rendah hati tinggi budi, bukan sebaliknya rendah budi tinggi hati (sombong). Sikap sombong sangat dibenci Allah. Allah SWT melarang manusia untuk bersikap sombong, sebagaimana Firman-Nya dalam Surat Luqman ayat 18: “dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri”. Apalagi sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadits, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan walaupun sebesar dzarrah”. Meski disadari bahwa lulus tes merupakan proses yang membutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang besar, namun sikap rendah hati (tawadhu) dan berperilaku baik tetaplah diutamakan. Tidaklah menganggap bahwa nasib lulus adalah usaha kerja keras diri sendiri. Padahal itu adalah kehendak Allah dan bisa jadi sebagai balasan yang setimpal dari kerja keras yang telah dilakukan pada masa-masa yang lalu, terutama dari perbuatan baik yang mungkin pada masa lampau selalu dilakukan oleh yang bersangkutan.

Ketiga, persiapkan mental (modal keimanan) yang kuat yang tak mudah goyah. ‘Dunia’ PNS bisa dikatakan sebagai salah satu ‘dunia’ yang penuh dengan rayuan dan godaan, terutama penyalahgunaan wewenang, salah satunya misal penyimpangan dalam bentuk korupsi. Tidak sedikit PNS yang ketika menjabat tergoda oleh rayuan ‘uang’ yang menggiurkan, sehingga mereka melakukan korupsi. Menjadi PNS-nya misalkan baru 5 tahun , tetapi karena berbuat korupsi, ia malah mendekam di penjara selama 10 tahun sebagai hukuman atas perbuatan tercelanya. Masih banyak lagi rayuan dan godaan terhadap PNS yang lain selain korupsi, seperti godaan cara mengisi kekuasaan/jabatan yang kotor, godaan wanita, foya-foya, dugem (dunia gemerlap), kolusi,  nepotisme, dan lain-lain, yang jika itu semua menimpa pada seorang PNS yang tidak kuat mental (iman), maka terjerumuslah ia dalam jurang ‘kemaksiatan’.

Keempat, niatkan dalam diri secara ikhlas dan tekadkan dengan kuat bahwa menjadi PNS merupakan salah satu jalan untuk menambah nilai ibadah kepada Allah, menebar kebaikan, dan menularkan kemaslahatan. Jadikan PNS sebagai sarana untuk berdakwah, sebagai wadah untuk mengajak orang lain berbuat kebaikan dan mencegah berbuat kejahatan. Sementara ada orang lain yang merupakan oknum PNS berbuat jahat, dirinya menjadi PNS yang mampu tampil beda, menjadi PNS yang kinerjanya baik dan selalu berusaha menjadi yang terbaik. PNS selalu ingat akan Firman-Nya dalam Surat Ali-Imran ayat 104 dan 110:“ dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung…….Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah… “.

Kelima, sering-seringlah untuk berdiskusi dan bertanya kepada orang-orang yang sudah menjadi PNS, terutama PNS yang berdisiplin, bersih, jujur, amanah, profesional, dan kinerjanya baik. Insya Allah diskusi dan berdialog dengan mereka akan menghasilkan pengalaman dan ilmu yang berharga sebagai modal memasuki ‘dunia’ PNS. PNS yang seperti itu wajib untuk ditiru. Pengalaman yang baik dari mereka merupakan ‘guru  yang terbaik’, experience is the best teacher.

Keenam, cari dan bacalah buku-buku atau tulisan-tulisan tentang peraturan dan kode etik PNS. Dengan melakukan seperti itu akan memberikan pencerahan dan wawasan, sehingga peserta tes yang lulus kelak akan bekerja sebagai PNS yang sesuai dengan aturan dan norma.

Ketujuh, sebagai langkah berikutnya setelah diumumkan lulus, peserta tes diberi pengarahan untuk pemberkasan. Oleh karena itu pahamilah aturan-aturan pemberkasan dengan baik dan persiapkan seluruh berkas secara teliti, jangan sampai ada yang terlewat. Pengalaman penulis, berkas-berkas yang sudah terkumpul harus dicek beberapa kali, kalau perlu disatukan dalam satu ‘file cabinet’ atau map plastik khusus.

 

Sikap bagi Yang Tidak Lulus

Sikap yang pantas dilakukan oleh peserta yang tidak lulus antara lain:

Pertama, bersikap sabar. Kegagalan dalam tes CPNS bisa jadi dianggap sebagai musibah, bisa juga berarti cobaan atau ujian. Dalam menghadapinya membutuhkan kesabaran, seperti Firman Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah: 155-156: “…Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. PNS bukanlah segala-galanya, masih banyak peluang mencari rezeki dari pintu selain PNS. Pribahasa mengatakan, ”There are many ways go to Rome”, banyak jalan menuju Roma. Mereka yang justru memotivasi diri setelah mengalami kegagalan tes, mereka itulah orang yang sabar.

Kedua, belajar dari kegagalan dan segera bangkit. Kegagalan dalam tes CPNS tahun ini harus dijadikan cambuk untuk lebih termotivasi dalam mempersiapkan tes CPNS tahun-tahun mendatang. Cepatlah introspeksi diri. Barangkali gagalnya tes karena persiapan dalam bentuk mengisi latihan-latihan soal tidak dilakukan. Malas dalam berlatih dan jarang bertanya kepada yang sudah lulus. Cepatlah tatap ke depan, yang lalu biarlah menjadi cermin. Persiapkan dengan matang mulai sekarang. Tanamkan dalam diri kemauan yang keras untuk belajar dari kegagalan dan bangkit kembali, katakan pada diri sendiri “pasti ada jalan”. Pepatah mengatakan,”Where there is a will there is a way” (dimana ada kemauan, disitu ada jalan).

Ketiga, melihat kelemahan diri, tidak berburuk sangka. Terkadang manusia aneh, ketika mendapat kemenangan, kesuksesan dan kejayaan, ingin seiisi dunia mengetahuinya. Namun manakala kegagalan menghampirinya, tak jarang ia mencari kambing hitam, menyalahkan karyawan, staf, guru, murid, orangtua, anak, tetangga, masyarakat, menyalahkan keadaan dan nasib. Bahkan tak jarang masalah itu dibawa ke rumah hingga keluarga pun menjadi ajang pelampiasan yang akhirnya istri/suami/anak disalahkan. Begitu pun tes CPNS. Kegagalan tes justru menjadi salah satu sarana menilai kelemahan diri. Tidak lantas berburuk sangka pada panitia atau pada peserta lain. Hilangkan sikap berburuk sangka (su’udzan) kepada orang lain dan hindari mencari-cari kesalahan orang lain. Allah SWT memberi peringatan dalam Surat Al-Hujurat ayat 12, yaitu: “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lai…”.

Keempat, tumbuhkan sikap optimisme. Optimisme adalah memandang hidup ini sebagai persembahan terbaik. Tidak ada sesuatu yang terjadi begitu saja dan mengalir sia-sia. Gagal dalam tes CPNS pasti ada tujuan. Pasti ada maksud. Allah SWT menciptakan hidup dan mati mempunyai tujuan tersendiri, yang salah satunya adalah seperti dalam surat Al-Mulk: 2, yaitu: “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun. Mungkin saja Allah SWT tidak meluluskan peserta, karena ada ’agenda’ lain yang lebih baik yang akan diberikan oleh-Nya kepadanya.

Kelima, tidak pernah putus asa. Gagal dalam tes CPNS, tidaklah harus disikapi dengan putus asa, melakukan sesuatu yang membahayakan diri dan orang lain. Menyalahkan nasib, apalagi menyalahkan ’Sang Pencipta’. Kegagalan tidak disikapi dengan perasaan marah, sehingga kontrol diri hilang. Sikapilah dengan lapang dada.

Akhirnya, kepada peserta yang lulus, penulis mengucapkan selamat. Semoga menjadi PNS yang Profesional, Nyaman, dan Sejahtera; dan kepada peserta yang belum lulus, janganlah bersedih, mudah-mudahan di tes CPNS tahun-tahun mendatang Allah SWT menakdirkan lulus. Amin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s