RINDUKU PADA BEC DI “KAMPUNG INGGRIS” PARE

Sekitar tahun 1998-1999, aku diperjalankan oleh niat untuk menuntut ilmu “bahasa Inggris” di Pare Kediri Jatim. Jauh-jauh dari Bandung akau sebatang kara berangkat ke pare jam 5 melalui kerepa api kelas bisnis mutiara selatan, turun di Jombang, dari Jombang naik bis, turun di Tulungrejo, dari sana naik becak, dan langsung menuju kosannya orang-orang Sunda. Sempat menginap dua harian di kosan Sunda dekat masjid, aku daftar ke lembaga Basic English Course (BEC) miliknya Mr. Kalend, dengan program belajar 6 bulan. Seiring dengan itu aku juga kost di Cross-Boy. Bertahan di kosan Cross-Boy cuma tiga bulan. Takdir menentukan lain, tiga bulan sisanya aku disuruh tinggal di komplek kursusan BEC, nginap di Charity-Inn, makan di rumahnya Mr. Kalend, bersih-bersih masjid, halaman kursus, bergaul dengan keluarga bersahaja Mr. Kalend. Luar biasa kehidupan Mr. Kalend ini. Ia sederhana, bersahaja, ahli agama, ahli bahasa, berdisiplin, mudah bergaul, kebapakan, dll. Oh Mr. Kalend aku rindu ingin bertemu, ingin bercengkrama tentang masa lalu ketika aku dididik, dibimbing, dan diarahkan. Aku mrindukan ketegasanmu, kesederhanaanmu. Guru-guru yang ada di BEC sangat familier. yang aku masih ingat, beliau-beliau adalah: Mr. Akhlis, Mr. Malik, Miss. Ulfa, dan tentu Mr. Kalend sendiri. Lucu dan unik, di sela-sela istirahat aku menyempatkan diri untuk menjadi “tukang pijat”. Guruku Mr. Malik adalah seorang yang sering aku bantu memulihkan badannya ketika beliau lelah. Berdiskusi dengannya, berguru kepadanya, walaupun usianya masih di bawahku, tetapi aku respek kepadanya. Dulu beliau masing single, aku sekarang gak tau apakah beliau sudah menikah? semoga saja beliau sudah.
Hal yang tak pernah aku lupakan di Pare adalah ketika pertama kali menginjakkan kaki di BEC, ada perlombaan pidato bahasa Inggris, mendadak aku ditunjuk jadi wakil kelas untuk unjuk gigi berpidato, dan dahsyat…hasilnya aku ‘menang……….is dan menang………..gung malu, karena aku kalah. Gak apa-apa pikirku, karena aku baru tahap awal belajar di sana. Hal kedua yang menarik bagiku adalah ketika ulang tahun BEC ada acara languanges show, semua peserta harus mengucapkan selamat ulang tahun BEC dengan bahasa daerah asal masing-masing, dan anehnya (mungkin karena aku beungeut titaheun), teman-teman dari Sunda saat itu menujuk aku untuk menjadi wakil Jawa Barat dalam languanges show tersebut. Lima ratusan hadirin yang hadir pada saat itu tertawa terbahak-bahak mendengar isi pidatoku. Bukan mereka paham bahasa Sunda, tapi mungkin mereka menganggap bahasa yang aku antarkan Sundanya sunda lucu, dengan logat sunda asli, serta dengan ekspresiku yang kesundaan, dan yang pastinya karena memang mereka melihat wajahku yang kelucuan.
BEC memang TOP deh, ilmu grammar didalami selama 6 bulan, tak ketinggalan speaking pun dipelajari. Bahkan BEC mensyaratkan untuk 3 bulan terakhir, semua siswa peserta kursus wajib berbicara bahasa Inggris selama berada di area kursus. Ada ujian/tes tiap minggunya, ujian naik tingkat, lisan dan tulisan, ada belajar berpidato bahasa Inggris, ada hapalan new concept englishnya, dan tentu yang tidak mungkin dilupakan oleh seluruh peserta adalah ujian bercakap-cakap bahasa Inggris di akhir bulan keenam dengan turis di Borobudur. That was unforgetable moment.
Satu lagi moment yang tak dilupakan adalah ketika pengumuman 10 siswa terbaik kursus dari 300 peserta seangkatanku saat itu. MC memanggil satu persatu untuk ke depan dari nomor 10 terlebih dahulu, dan secara mengejutkan aku terpanggil menjadi nomor 1, aneh bin ajaib.
Sebenarnya banyak sekali kesan mendalam dan menarik tentang BEC ini, namun hanya itulah sekelumit kesan diantara ‘ribuan’ kesan yang aku rasakan selama di BEC. Maju terus BEC, sehat terus Mr. Kaled, keluarganya, guru-gurunya, dan tentu siswa-siswanya.

6 thoughts on “RINDUKU PADA BEC DI “KAMPUNG INGGRIS” PARE

  1. hmm.. memang kampoeng inggris sangat akan dirindukan..
    saat ini sih masih 1 bulan saya di sini, tapi perasaan rindu nanti sudah membayangi..
    bagaimanapun juga kehidupan harus tetap berjalan kan sir, saya belum berkesampatan di BEC tapi udah ada cabgangnya HEC2 yang dikepalai madam ERna.
    semoga ilmunya bermanfaat sir, udah maen ke pare lagi belum sir? udah banyak berubah (kata orang2 dulu)😀

  2. Alhamdulilah ukhti rizky, antum skr belajar di sana, bahagia rasanya, jangan lupa dalami ilmu bahasa Ingris di sana meski berada di HEC2…Insya Allah ilmu bahasa Inggris disana sangat bermanfaat bagi hidup antum…Sejak aku tamat BEC, aku belum pernah lagi kesana, pasti banyak yang berubah, tapi yang jelas meskipun kondisi fisik berubah, kesederhanaan dan kebersahayaan tetaplah tidak berubah bukan? Ukhti ngambil program berapa bulan?

  3. Alhamdulillah sekarang BEC bisa membangun tempat lagi yang disebelah utaranya masjid. masalah fisik terutama di BEC tidak berubah banyak tapi disekitarnya walah banyak kali tempat-tempat kursus yang baru. salam kenal sumanya zaini masih menimba ilmu di pare.

    • Akhi zaini, kalo ingat masjid di BEC, that’s unforgetable mosque….selama tiga bulan aku ‘berteman’ dengan masjid itu, masjid itu tlh memberikan pencerahan, tiap hari aku isi bak airnya untuk wudhu para jama’ah, setiap hari aku bersihkan halamannya, tempat sholatnya, dan hampir setiap hari aku adzan di masjid itu………..hidup bersama masjid membuat hati menjadi tenang, damai, dan menentramkan…

  4. Wass..bagus sobatku Yudo, selamat belajar, tipnya hanya sederhana aja, niatkan secara bulat ke pare hanya untuk belajar bahasa Inggris, tidak ada niat lain, sebab sangat banyak godaan disana yang kalau kita tidak tahan uji bisa tergelincir pada niat yang lain……, jangan pernah bosan untuk menghapal dan bertanya pada para senior, seringlah mengikuti study club bahasa Inggris,kalau gak salah disana dekat masjid ada kosan khusus orang-orang Jabar, Yudo bisa mencoba ke sana. Jika punya kelebihan uang masuki kursusan jangan hanya satu kursusan saja, lebih baik ikut dua kursusan, sebab biasanya di pare tiap kursusan ada ciri khas masing-masing. Jangan lupa pula, saran saya masuk dulu kursusan utama yaitu BEC (Basic English Course), lalu boleh kursusan yang lain….selamat berjuang dan berkorban… semasa saya kursus di sana, saya punya teman orang bogor, namanya Agus yang jago nyanyi bahasa Inggris dan jago qori dan Endang yang bahasa Inggrisnya Ok banget….kalau kenal dengan beliau berdua, sampaikan salam saya kepadanya….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s